PART II
Coretan ditulis tatapan sendiri,
Bukan enteng pada simpati,
Atau madah menarik hari,
Cuma butuh keselesaan hakiki.
Mahu dinobat dipasak sunyi.
![]() |
| Credit Photo to Mr Google : https://foksal17.pl/obraz/brzask-2454 |
SAMBUNGAN...
Lalu orang bertanya,
Masakan sakit,
Lagaknya kayak normal
Lihatnya begitu gantang
Madahnya terus lantang
Maka senyum terus si pelaku.
Jika bisa dibelah dada dirobek hati, kalian bisa lihat ketul-ketul darah yg membeku.
Asing-asing.
Ada kecil dan ada yang besar
Kerna apa?
Kerna tikaman-tikaman yg tidak diobat terus.
Tapi diperam dan diperam dan menjadi pekasam.
Lalu ada jua garam-garam yang menempel ruang-ruang udara.
Ada ketika,
Lelah.
Ada masa,
Sakit bangat Ditusuk sembilu.
Ada waktu
Terus terbeku dan kaku.
Tapi siapa perasan
Kerna tusukan itu luka tersebut
Dalamnya dikambus kulit,
Dilipis lapisan-lapisan daging, ditutupi lembaran kain.
Terlalu banyak luka hingga ianya tembus ke otak.
Lalu datang satu musibat
Atau jugak hapusan dosa kecil ikutkan perkiraaan takdir.
Depressi?
Itu sejenis isu kesihatan lewat kini,
Bagaimana mahu sihat dari ini?
“Wallahua’lam”
Tapi gayanya, manusia akan lebih menghakimi.
Sipolan ini banyak alasan
Sipolan itu sebenarnya pemalas
Sipolan sana hanya berpura
Sipolan sini tagih simpati
Jarang sekali yg dtg...
Memeluk
Lalu menyata...
Aku tahu kamu walang...
Ayuh kita hilangkan...
aku dukungmu biar semangat
Jangan putus asa.
Mana solusinya beritahuku
Supaya aku bisa mengangkatmu lebih tinggi,
Memelukmu lebih erat
Memahamimu lebih menyeluruh.
Mengesat matamu lebih telus.
Membimbingmu lebih halus.
Itu menjadi kunci derasnya empangan air mata menuruni kelopak...
Lalu lega.
Lega kerana tangisan itu dimengerti.
Bukan sia-sia ditunjuk sisi lemah
Bukan saja-saja dilempar dada amarah.
Bukan dengan bahasa,
Kamu baik-baik saja?
Okay?
Perlu dekatkan diri lebih pada ilahi kayaknya,
Jgn lupa solat,
Mungkin setannya dekat,
Ayuh bangkit n kuat.
Jangan terlalu lelah.
Parahnya lidah bila ianya menghiris remuk hati butuh pemahaman.
Lalu si polan tersenyum.
Walhal hatinya berdarah membuak2.
Dan berjanji.
Tidak perlu dipamer perasaan itu lagi.
Walau terkadang, terlupa dan terharap ke hadapan manusia.
Lalu bagaimana...
Manusia itu mudah lupa.
Bila terngaduh keberapa kali,
Masih mengikut hal yang sama.
Kadang beringat,
Selamat.
Kadang terlupa,
Walangnya
Harus...
Bagaimana?
Lots of Love,
🥰

No comments:
Post a Comment