Saturday, November 9, 2019

:: A Memory to Remember ::

Happy Moment of 2018

Year of 2018.

I would say the best experiences that I went through during searching the soul of myself.
Taking a quick decision to do a solo backpacking for few weeks but end up doing 2months in Europe covering few countries such

1- Scotland (Glasgow, Edinburgh, Fort William (Highland), Malliag, Aberfeldy, New Lanakshire and Blantyre)
2- Ireland (Dublin, Belfast)
3- Belgium (Brussels, Brugges, Ghent)
4- Netherlands (Amsterdam, Zaandam, Lisse, Noordwikerjikh)
5- Germany (Cologne, Frankfurt, Heilderbergh, Hamburg, Berlin, Munich)
6- Slovenia (Ljubjana, Bled, Kranj, Postojna)
7- England (London)

Suppose to continue further but Mak Bonda feels pressured with worries (she missed nagging face2face with me I think ðŸĪĢ) and calling back home so, I went along. 😂.

Those two months kinda the best 30an ++ of me that I’ve ever enjoy after my teenage era during high school as much as university era during my adulthood.

It make me realize no matter how long u stay outside Malaysia, Hujan panas di negeri org, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik hujan batu di negeri sendiri (betulke peribahasa ni ? 😅). Missing  moment always mean/related with Malaysia’s food  & weather more than anything. Part of it of course to be able to speak Malay/ Kelantanese dialect freely coz I got a period where I feel like vomiting speaking English for continuous 2 months back in Scotland as not meeting any Malaysian 😂😂😂. It’s soooooo suffocated regardless English kinda a 2nd language for me back when I was working in KL. Thanking few ppl I meet along the journey (Malaysian of course) n able to communicate in bahasa n it was a moment to remember ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ.

Thousand of collected sweet bitter memories and that 2months on road turn out to be a remarkable chance/journey/lesson learned that I wont received either in school or uni... Really thanking the guide from Allah during those easy/difficult journey back then.

Meeting good and bad ppl, funny and annoy person, friendly and grumpy parties, it was such a dream come true. Doing the hitch-hiking, couch-surfing, sleeping at bus station, airport, train station goshhh... u named it. Almost missed the bus, encounter sweet talkers later wanna be the bf and later been reported illegal working in UK by the british man who I didn’t accept his feeling, penniless, homeless 😅ðŸĪŠðŸ˜, meeting ghosts ðŸ‘ŧ etc somehow hilarious yet heart-pounder memories to be cherished.

Crying in the middle of the road due to been lost and no longer see any ppl and no more bus to take to the hostel as much as left alone in the cemetery coz too mesmerized with the sunset view gonna be the moment of my own stupidity 😏😑🙄.

2weeks straight not eating rice due to saving some money and craving for nasi putih telur mata n kicap definitely the worst part. 😂😂😂

A walk in the jungle alone for few hours just because I wanna see the waterfall and not even afraid of being chewed by the wild animals, turn out to be just like a little red riding hood could be the brazen moment.

N the most crazy part? Dont even research any countries visited and no itineraries along that 2months journey with dunno how many days to stay in each countries definitely the best.

I get the actual meaning of 100% tawakal to Allah and the definition of freedom I should achieve at least once in your lifetime.

Been able to visit certain famous tourist attractions which actually not my intention coz I dont really like touristy place plus lost in Lisse up reaching beach shore without even a standing human n yet still survive n breathing n found a way back after 4 hours lost still a blessing from Allah 😑.

While ppl ask to write a book for all the experiences collected.... I am too lazy to track down all the moment n memories to remember. Some places that I’ve visited, I dont even took a photo coz that  travelling for sure mean to travel the world without much burden so that why having it done without any itineraries reduce the stress level 😅. Redah kasi Pecah katanya melayu ðŸĪŠ

As to me, not all ppl could understand the way I think yet me myself kinda also didn’t notice how brave I turn out to be along the way, how complicated a woman can be n overall, which I only discovered after I returned home and when  ppl ask questions here n there.

Crazy Lass?

I bet.

ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

My most favorite candid self-capture hp photo in front of Cologne Cathedral, Germany ðŸ‡Đ🇊 







Thursday, November 7, 2019

Maksud Hati PART II

PART II

Coretan ditulis tatapan sendiri,
Bukan enteng pada simpati,
Atau madah menarik hari,
Cuma butuh keselesaan hakiki.
Mahu dinobat dipasak sunyi.

Credit Photo to Mr Google : https://foksal17.pl/obraz/brzask-2454

SAMBUNGAN...

Lalu orang bertanya,
Masakan sakit, 
Lagaknya kayak normal
Lihatnya begitu gantang
Madahnya terus lantang

Maka senyum terus si pelaku. 

Jika bisa dibelah dada dirobek hati, kalian bisa lihat ketul-ketul darah yg membeku. 

Asing-asing.
Ada kecil dan ada yang besar

Kerna apa?
Kerna tikaman-tikaman yg tidak diobat terus.
Tapi diperam dan diperam dan menjadi pekasam. 
Lalu ada jua garam-garam yang menempel ruang-ruang udara.

Ada ketika, 
Lelah.
Ada masa,
Sakit bangat Ditusuk sembilu.
Ada waktu
Terus terbeku dan kaku.

Tapi siapa perasan
Kerna tusukan itu luka tersebut
Dalamnya dikambus kulit,
Dilipis lapisan-lapisan daging, ditutupi lembaran kain.

Terlalu banyak luka hingga ianya tembus ke otak.
Lalu datang satu musibat
Atau jugak hapusan dosa kecil ikutkan perkiraaan takdir. 

Depressi?
Itu sejenis isu kesihatan lewat kini, 
Bagaimana mahu sihat dari ini?

“Wallahua’lam”

Tapi gayanya, manusia akan lebih menghakimi. 
Sipolan ini banyak alasan
Sipolan itu sebenarnya pemalas
Sipolan sana hanya berpura
Sipolan sini tagih simpati

Jarang sekali yg dtg...
Memeluk
Lalu menyata...
Aku tahu kamu walang...
Ayuh kita hilangkan... 
aku dukungmu biar semangat
Jangan putus asa. 
Mana solusinya beritahuku
Supaya aku bisa mengangkatmu lebih tinggi,
Memelukmu lebih erat
Memahamimu lebih menyeluruh.
Mengesat matamu lebih telus.
Membimbingmu lebih halus.

Itu menjadi kunci derasnya empangan air mata menuruni kelopak...
Lalu lega.

Lega kerana tangisan itu dimengerti. 
Bukan sia-sia ditunjuk sisi lemah
Bukan saja-saja dilempar dada amarah.

Bukan dengan bahasa,
Kamu baik-baik saja? 
Okay? 
Perlu dekatkan diri lebih pada ilahi kayaknya, 
Jgn lupa solat, 
Mungkin setannya dekat,
Ayuh bangkit n kuat.
Jangan terlalu lelah.

Parahnya lidah bila ianya menghiris remuk hati butuh pemahaman.

Lalu si polan tersenyum. 
Walhal hatinya berdarah membuak2.

Dan berjanji.
Tidak perlu dipamer perasaan itu lagi. 
Walau terkadang, terlupa dan terharap ke hadapan manusia. 

Lalu bagaimana...
Manusia itu mudah lupa.

Bila terngaduh keberapa kali, 
Masih mengikut hal yang sama. 

Kadang beringat, 
Selamat.
Kadang terlupa,
Walangnya

Harus...
Bagaimana?

Lots of Love, 
ðŸĨ°

Maksud Hati PART I

PART I

Asalnya sebuah pemikiran, akhirnya mungkin dibaca satu nukilan...

Photo Credit to Mr Google : https://foksal17.pl/obraz/sila-2519

Cerita terhasil bukan satu dongengan. Tapi boleh jadi hanya penceritaan suka-suka. Semua yg tercoret adalah satu bingkisan jiwa, mungkin menjadi kisah benar, mungkin juga olahan semata-mata. Terserah.

Terus,
Harus diomong hanya diotak? 
Atau,
Madah berbisa berkotak-kotak?

Mudah Solusinya
Biar pena berbicara.
Atau dizaman cyber ini, mungkin mukabuku lambakan jari menaip bisa. 

Si pelaku kadang-kadang butuhkan harap dan semangat, 
Namun mana mungkin dilayan manusia...
Kira detik hanya senyuman, 
Berat hati sakit terpalang,
Kuatkan diri sepanjang jalan,
Cuma rebah berdarah badan
Bukan sekali, 
Malah mungkin berjuta jatuhi... 

Namun kata dirinya
Bangkitlah diri, kita bisa kuat, jgn biarin mereka lihat dirimu yang rawan...
Bangun... Bangun dan berdiri... berdiri atas kakimu sendiri... bersama senyuman, 
Senyuman yg ertinya diantara dua rasa... 
Gembira mungkin
Sedih berpaling... 

Bila perlukan org sekililing, 
Lagikan mereka menyebik dengan terpamer satu perasaan 
Iaitu ah, itu hanya dugaan.. perlu kisah ape dikata, lemah saja kalau  melayan.
Jauh mereka mengerti, sakitnya petualang bukan kerna si pelaku tiada arah tuju dipandang lemah lalu rebah. 
Sakitnya pelaku perlu siapa mahu mengerti.

Mahu salahkan takdir?
Tidak...
Kerna Si Dia yg Esa tu sebaik-baik Pengasih....
Selagi mana pelaku tidak membuka aibnya... lalu disimpan rapi segala ratapan di malam hari. 

Mana mungkin lalu dia salahkan takdir.

Liriknya lagu, 
Takdir itu buatmu menangis
Ia jugak hantarkan gembira

Harus bagaimana hendak dibenci situasi begitu...
Tidak adil 

Lalu tersenyum semula dah berkata...

Halsu isso!!! Umph... Jaebal... Aracci

“Hwaiting” atau “Fighting” atau “Chaiyoo” itu bahasanya mungkin Korea atau China atau Inggeris, 
Tapi maksudnya ternyata sama bila dipilis. 

Kuatnya semangat bila diuji bertalu-talu,
Tapi si pelaku tetap tersenyum dan berlalu. 

Manusia mungkin tidak pernah cuba untuk memahami..

Sedih Marah Menyampah Gembira Ketawa dan Senyum,
Itu topeng hari-hari yang diubah mengikut keselesaan.

Katanya mereka,

Jangan bisa terlalu baik,
Masyarakat tidak perlu cakna.
Jangan bisa terlalu rendah diri,
Masyarakat lihat jelek sekali.
Jangan bisa terlalu menonjol,
Masyarakat tentunya dtg berdengki. 
Jangan bisa terlalu jujur,
Masyarakat benci dilihat luhur.

Lalu bagaimana?
Menjadi patung cendana?

Saat butuh semangat diri,
Lalu dipasak
Itu pun tak tahu? Takkan hanya sekali, orang lain bertalu-talu.

Sekali lagi, si pelaku diam membisu,
Hanya senyuman bermain di bibir

Mungkin betul kata cendakiawan, 
Tiada manusia yg memahami manusia kecuali Dia Yang Maha Esa. 

Lalu si pelaku berkata, 
Mungkin kalau bercerita, manusia akan cuba memahaminya.
Tapi si pelaku lupa, 
Dia Yang Esa kasihnya luas... tidak ditempelak walaupun sebusuk getah kering di dlm tempayan. 
Yang mana manusianya lain kesimpulan. 
Terus menyampah, lalu ditebarkan segalanya. 

Dengan alasan,
......................
yg tiada siapa perasan.
Lalu si pelaku tidak dapat menulis kesimpulan. 
Tiba-tiba dia tersedar
Ya Allah, bukan salah mereka, tapi kedua duanya si pelaku dan manusia diuji sedemikian rupa..

Masakan bisa lupa,
Tapi kapan manusia senantiasa beringat
Diberi nikmat kadangnya berpisat
Diberi kesusahan kadangnya terdetik.

Lalu
Allah tersenyum.
Kerana dia sedar, 
Dicipta hambanya utk mengenal dunia.
Bila diketahui dan yakin ianya hanya sementara. 
Baru mereka kelam kabut mencari pahala. 
Yang kekal hanya akhirat di sana.
Dan perjalanan itu adalah berseorangan.
Bukan berpimpin tangan meredah segala.


Lots Of Love, 
ðŸĨ°

piGiEbeNg nAk bAyar uTaNg piTipiTipU